Belasan tahun Pakai Kursi Roda Papan Bekas, Wahyu Penyandang Disabilitas di Lamtim Mendapat Bantuan dari Kocek Pribadi

Berita

Lampung Timur (MediaLT) — Belasan tahun hanya mengandalkan kursi roda terbuat dari papan bekas hasil buah tangan sang Ayah, akhirnya penyandang disabilitas ini nampak terlihat begitu gembira setelah mendapatkan bantuan kursi roda baru.

Adalah Wahyu (20th) yang mengalami kelumpuhan sejak lahir tinggal di rumah sederhana di Rt 15,dusun 03,desa Tegal Ombo,kecamatan Way Bungur, Lampung timur ini merupakan anak dari Sugiyono sehari hari bekerja sebagai petani penggarap, sedangkan sang Ibu telah lama berpulang menghadap Yang Maha kuasa.

“Anak saya sakit seperti ini sejak lahir, dulu pernah saya belikan kursi roda tapi sudah rusak tak bisa dipakai lagi,karena tak ada biaya untuk membeli kembali akhirnya saya buatkan kursi roda dari papan dan roda bekas gerobak” jelas Sugiyono di kediamannya.(17/07/21/22)

Penyerahan Kursi roda dari kocek pribadi Faizal Risa disaksikan oleh Kepala desa , Rt, serta Bhabinkamtibmas desa setempat.

“Atas nama maayarakat desa Tegal Ombo,saya haturkan terima kasih kepada pak Faizal Risa yang telah memberikan bantuan kursi roda kepada warga kami Wahyu penyandang disabilitas yang memang sangat dibutuhkan olehnya”,ucap Widodo kades setempat.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Rt 15

“Alhamdulillah adik kita Wahyu akhirnya menerima bantuan kursi roda baru yang mana selam ini dia beraktifitas hanya mengandalkan kursi roda papan, Terimakasih pak Faizal Risa ketua fraksi Nasdem DPRD Lampung timur, semoga ini Allah membalas kebaikan pak Faizal” ,tutur ketua Rt Andi.

Terpisah pemerhati masalah Sosial Lampung timur Edi Arsadad yang juga ketua AKRAP mengapresiasi apa yang dilakukan Faizal Risa.

” Wakil rakyat yang patut dicontoh, yang mana bila ingin berbuat untuk masyarakat tidak harus menunggu moment Pemilu tetapi ketika masyarakat mengalami kendala atau kesusahaan,dia hadir untuk memberikan bantuan,motivasi, spririt dan lain sebagainya, bahkan berani mengeluarkan biaya dari kocek pribadi,tanpa harus menunggu anggaran “, ujar Edi.

“ini Baru Wakil Rakyat bukan Wakil Rakyat Baru”,selorohnya.(R*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *