Lampung Timur (MediaLT) — Adanya prilaku kurang terpuji dari sebagian pekerja Migran Indonesia Seperti Tawuran, Perselingkuhan hingga terindikasi adanya hubungan sejenis, menjadi preseden buruk di mata masyarakat.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) H.Abdul Kadir Karding menilai hal tersebut dinilai kurangnya pengetahuan dan norma – norma Agama yang tertanam.

Hal itu dia sampaikan Saat ditanya wartawan saat konfrensi Pers usai Louncing Desa Migran Emas (Edukasi, Maju, Aman, Sejahtera) di GOR Bumei Tuwah Bepadan) Lampung Timur.(31/08/25).
“Itulah pentingnya menanamkan nilai -nilai Budaya Indonesia dan norma -norma agama sebelum para pekerja Migran berangkat ke Luar negeri, Kita Juga terus memberikan edukasi kepada kepada mereka agar kedepan tak ada lagi cerita miris yang di lakukan oleh para pekerja Migran kita”, ujar Abdul Kadir.
Kementerian P2MI juga mengakui masih ada jutaan pekerja Migran yang non Prosudural sehingga tak terdaftar.
“Yang terdaftar ada 5,2 juta pekerja Migran sementara masih ada jutaan yang tidak terdaftar atau non prosedural berangkat secara ilegal yang efeknya mereka banyak mengalami kekerasan, eksploitasi hak-hak pekerja, eksploitasi hak asasinya bahkan banyak yang diperdagangkan”, tambahnya.
Salah satu antisipasi dengan dibentuknya Desa Migran Emas untuk memitigasi supaya tidak terjadi non prosedural terlalu banyak,yang mana desa memastikan bahwa orang keluar masuk itu diketahui oleh desa, orang yang akan bekerja ke luar negeri memahami informasi yang cukup dan berangkat secara bermigrasi secara aman.Desa-desa migrain emas paling tidak punya Perdes soal perlindungan pekerja migran Indonesia. (Kms)