Disetujui Kemensos, KH. Ahmad Hanafiah Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Berita

Lampung (MediaLT) — Tim Penilai dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyetujui usulan Gubernur Propinsi Lampung Arinal Djunaidi untuk penganugerahan KH Ahmad Hanafiah sebagai Pahlawan Nasional.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lampung Aswarodi mengatakan, pihaknya telah mengusulkan untuk penganugerahan KH Ahmad Hanafiah sebagai Pahlawan Nasional dari Lampung.

KH. Ahmad Hanafiah merupakan pria kelahiran Desa Sukadana Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur dan pernah terlibat dalam perlawanan agresi militer Belanda tahun 1947.

Untuk mengenang jasanya maka Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengusulkan KH Ahmad Hanafiah menjadi pahlawan nasional.

“Jadi berkas usulan pahlawan nasional KH Ahmad Hanafiah akan segera dinaikkan ke Dewan Gelar Pusat (DGP),” kata Kadisos Lampung Aswarodi dikutip dari Tribun Lampung, Jumat (25/8/2023).

Aswarodi menjelaskan, pihaknya menggelar usulan KH Ahmad Hanafiah berdasarkan Surat Gubernur Lampung Nomor: 465/0268/V.07/B.III/2023, tertanggal 20 Januari 2023.

“Kami menjawab surat tersebut, TP2GP turun ke Lampung untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap usulan tersebut,” kata Aswarodi.

Ia mengatakan, dirinya bersyukur dan bahwa TP2GP sudah menyetujui usulan gubernur dan akan diteruskan ke DGP.

Aswarodi mengatakan, selain KH Ahmad Hanafiah bahwa TP2GP juga menyetujui berkas Gele Harun untuk ditetapkan menjadi pahlawan nasional.

“Tetapi semuanya kami sudah dipenuhi dan pak gubernur berharap pada saat hari pahlawan nanti bisa diserahkan anugerah pahlawan nasional,” kata Aswarodi.

Menyikapi hal itu, cucu KH. Ahmad Hanafiah bernama KMS. Tohir Hanafi sebagai ahli waris biologis merasa bangga.

“Mudah-mudahan jadi suatu kebanggaan masyarakat Lampung bahwa kita ada kontribusinya dalam rangka berdirinya NKRI. Selama ini kita baru memiliki satu Pahlawan Nasional yaitu Raden Inten yang dianugrahkan tahun 1986”, tutur KMS. Tohir Hanafi.

Provinsi Lampung memisahkan diri dari Palembang Sumatra Selatan tahun 1964 baru terdapat satu Pahlawan Nasional yaitu Raden Inten II.

Apabila KH. Ahmad Hanafiah dan Mr. Gele Harun Nasution dinobatkan jadi Pahlawan Nasional, merupakan suatu kebanggaan masyarakat Lampung yang punya andil besar untuk berdirinya NKRI.

“Lampung berdiri pisah dari Palembang tahun 1964 baru ada satu Pahlawan Nasional. Kalau nambah satu jadi dua atau tiga berikut Mr. Gele Harun kalau bisa masuk juga jadi tiga, itu kebanggaan bahwa Lampung punya andil besar juga untuk berdirinya NKRI ini”, kata cucu calon Pahlawan Nasional itu.

(KH/RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *